Label

Minggu, 18 Mei 2014

Bentuk dan Dimensi Saluran Terbuka

A. Bentuk Saluran


Dalam menentukan bentuk dan dimensi saluran yang akan digunakan dalam pembangunan saluran baru maupun dalam kegiatan perbaikan penampang saluran yang sudah ada, salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah ketersediaan lahan. Mungkin di daerah pedesaan membangun saluran dengan kapasitas yang besar tidak menjadi masalah karena banyaknya lahan yang kosong, tapi di daerah perkotaan yang padat tentu bisa menjadi persoalan yang berarti karena terbatasnya lahan. Oleh karena itu, penampang saluran drainase perkotaan dan jalan raya dianjurkan mengikuti penampang hidrolis terbaik, yaitu suatu penampang yang memiliki luas terkecil untuk suatu debit tertentu atau memiliki keliling basah terkecil dengan hantaran maksimum. Dimensi saluran harus mampu mengalirkan debit rencana atau dengan kata lain debit yang dialirkan harus sama atau lebih besar dari debit rencana. Untuk mencegah muka air ke tepi (meluap) maka diperlukan adanya tinggi jagaan pada saluran, yaitu jarak vertikal dari puncak saluran ke permukaan air pada kondisi debit rencana.
Bentuk penampang saluran pada muka tanah umumnya ada beberapa macam antara lain; bentuk trapesium, empat persegi panjang, segitiga, setengah lingkaran. Beberapa bentuk saluran dan fungsinya dijelaskan pada tabel berikut ini;
Tabel bentuk-bentuk umum saluran terbuka dan fungsinya

Selain bentuk-bentuk yang tertera dalam tabel, masih ada bentuk-bentuk penampang lainnya yang merupakan kombinasi dari bentuk-bentuk tersebut, misalnya kombinasi antara empat persegi panjang dan setengah lingkaran, yang mana empat persegi panjang pada bagian atas yang berfungsi untuk mengalirkan debit maksimum dan setengah lingkaran pada bagian bawah yang berfungsi untuk mengalirkan debit minimum.
B. Persamaan yang Digunakan untuk Menghitung Dimensi Saluran
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bentuk saluran ada berbagai macam dan yang akan dibahas persamaannya dibatasi hanya pada bentuk empat persegi panjang dan trapesium.
1. Persamaan pada bentuk saluran empat persegi panjang

2. Persamaan pada bentuk saluran trapesium

C. Contoh Perhitungan
Soal 1 !
Saluran drainase berbentuk empat persegi panjang dengan kemiringan dasar saluran 0,015, mempunyai kedalaman air 0,45 meter dan lebar dasar saluran 0,50 meter, koefisien kekasaran Manning n= 0,010. Hitung kecepatan aliran dalam saluran, jika debit rencana sebesar 1,25 m3/det ?
Diketahui :
n = 0,010
S = 0,015
Q = 1,25 m3/det
h = 0,45 m
B = 0,50 m
Ditanyakan : V .........?
Penyelesaian :


Soal 2 !
Saluran drainase berbentuk trapesium dengan kemiringan dinding saluran m= 1, mempunyai kedalaman air 0,65 meter, lebar dasar 1,25 meter, koefisien kekasaran Manning n = 0,010. Hitung kemiringan dasar saluran jika debit yang mengalir sebesar 3,10 m3/det ?
Diketahui :
m = 1
h = 0,65 m
B = 1,25 m
n= 0,010
Q = 3,10 m3
Ditanya : S ..........?
Penyelesaian :

Soal 3 !
Saluran drainase sekunder berbentuk trapesium mengalirkan debit sebesar 2,3 m3/det. Kemiringan dasar saluran 1 : 5000. Dasar saluran mempunyai koefisien kekasaran n = 0,012. Tentukan dimensi tampang saluran yang paling ekonomis ?
Diketahui :
Q = 2,3 m3/det
S = 1 : 5000
n = 0,012
Ditanyakan : dimensi penampang yang ekonomis ?
Penyelesaian :

Bentuk trapesium yang paling ekonomis adalah setengah heksagonal, dengan jari-jari hidraulik setengah dari kedalaman air.



Sumber :
Wesli,Ir.,2008, Drainase Perkotaan, Graha Ilmu, Yogyakarta



28 komentar:

  1. trima kasih kaka
    blognya bermanfaat

    BalasHapus
  2. terimakasi gan.. bermanfaat banget, tapi apa betul itu penampang persegi utk yang debitnya besar? soalnya di perumahan saya debitnya gk besar dan lahan nya gak banyak. mohon di revisi agar lebih jelas nya.

    BalasHapus
  3. bos untuk nilai kekasaran manning (n), apakah ada ketetapannya/ nilai standarnya...? mohon pencerahannya

    BalasHapus
  4. untuk nilai m pada saluran ekonomis trapesium apa bisa jika pakai nilai m=1 ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung besarnya Q rencana yang didapat. ada di tabel 10 SNI tata cara perencanaan drainase permukaan jalan. jadi, kalau Q = 0,00 - 0,75 maka m=1:1
      jika Q = 0,75 - 15 maka m= 1:1,5
      jika Q = 15 - 80 maka m = 1:2 . :)

      Hapus
  5. Bermanfaat sekali artikelnya terimaksih Bung

    BalasHapus
  6. Bermanfaat sekali artikelnya terimaksih Bung

    BalasHapus
  7. Untuk mencari nilai m itu bagaimana ya ?

    BalasHapus
  8. Untuk mencari nilai m itu bagaimana ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. perbandingan segitiga aja. sisi depan/sisi samping

      Hapus
  9. 8/3 itu dari mana ya? untuk rumus trapesium

    BalasHapus
  10. untuk luas penampang saluran cara menurunkan rumus biar hasilnya (b+mh)h bagimana caranya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditunggu balasannya secepatnya , karena sangat penting
      makasih

      Hapus
  11. Bagaimana jika kemiringan dindingnya berbeda satu sama lain?

    BalasHapus
  12. Bagaimana jika kemiringan dindingnya berbeda satu sama lain?

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Pada contoh soal 3 di rumus Q yang panjang itu,, tiba2 dapat h pangkat 8/3 itu bagaimana ya penjabarannya?

    BalasHapus
  15. kalau yang diketahui hanya lebar (b) dan kecepatan (V) terus mecari tinggi muka air normaal nya giaman ?

    BalasHapus
  16. Bung itu cara menghitung angka angka dr rumus dalam mencari h gmn ya

    BalasHapus
  17. slamat malam pak. ini soal 2 kenapa m pangkat 2 jadi 12?

    BalasHapus
  18. Ada contoh penyelsaian untuk koefisien kekasaran Manning (n) yang berbeda gak gan?

    BalasHapus
  19. kecepatan aliran air maksimal dalam selokan berapa ya?? ada gak batas maksimalnya... sehingga kalau debit airnya terlalu besar air bisa meluap di selokan karena asumsi kecepatan airnya terlalu besar

    BalasHapus
  20. makasih gan sangat membantu..

    BalasHapus
  21. terimakasih pak
    tulisannya sangat bermanfaat sekali...

    BalasHapus