Label

Sabtu, 22 Desember 2012

Saluran Bentuk Tanah (Tanpa Pasangan)




Coba Anda perhatikan foto diatas yang memperlihatkan saluran kali Siborogoni (Kotaraja), kalau belum di talud seperti itu disebut saluran model apa ? Itu disebut saluran tanpa pasangan atau bentuk tanah (saluran alami). Setahu penulis bagian ini dulu ada taludnya, tapi entah ambruk atau tertutup tanah hasil sedimentasi. Paling rawan sedimentasi di bagian sungai ini karena sangat landai, bahkan dulu kalau menyeberang kali itu ada sedimen bar di tengah yang ditumbuhi rumput-rumput jadi tinggal lompat, tidak perlu gulung celana. Mengapa penulis tahu ? Karena kita suka mancing disitu.
Well, kembali ke inti pembahasan. Drainase tanpa pasangan hanya bentuk tanah merupakan saluran terbuka tanpa lapisan penguat. Jika ada sebuah saluran modelnya seperti itu tidak masalah. Kalau pada suatu sungai yang panjang DPS-nya lumayan panjang, pasti tidak semua bisa di talud dengan alasan teknis maupun non teknis seperti ketersediaan dana, saluran bentuk tanah itu bisa dibuat untuk mengalirkan air hujan maupun air buangan, tapi harus memperhatikan persyaratan umum sebagai berikut  :
v  Mempunyai kelandaian yang cukup untuk mengalirkan air.
v  Kecepatan aliran memenuhi persyaratan yang diinginkan, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan atau pengendapan-pengendapan.
v  Kecepatan didesain berdasarkan konsep stable channel design yaitu ada keseimbangan antara agradasi dan degradasi.
v  Perhitungan debit dan dimensi saluran harus sudah memperhitungkan tanaman yang tumbuh di sepanjang saluran. Banyaknya tanaman akan meningkatkan kekasaran dinding dan dasar saluran yang mengakibatkan penurunan kecepatan air. Talud atau saluran stabil harus didesain dengan melihat kekuatan tanah. Biasanya dimensinya lebih besar dibandingkan dengan saluran berpasangan sehingga untuk daerah padat penduduk kurang efektif.

Jadi seperti itulah syarat-syarat membuat saluran tanpa pasangan alias bentuk tanah. Dimensi saluran bentuk tanah untuk menghitung kekasarannya memperhitungkan tanaman yang tumbuh di sepanjang saluran. Kalau ini merupakan daerah dataran banjir (flood plain) yang berumput pendek dan tinggi alias alang-alang (semak-semak), koefisien kekasaran maning (n), harga minimumnya 0.025 dan maksimumnya 0.035 dan normalnya sekitar 0,030 (Tabel Tipikal Harga Koefisien Kekasaran Maning, n, Yang Sering di Gunakan). Harga Koefisien kekasaran itu nanti dimasukan dirumusnya. (*)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar