Label

Senin, 02 Maret 2015

Menghitung Luas Areal dengan Bantuan Google Earth

Ketika melakukan perhitungan luas areal tetapi kita tidak mempunyai peta yang representatif, alternatifnya bisa menggunakan bantuan Google Earth. Google Earth adalah sebuah software yang menampilkan kenampakan permukaan bumi dan software tersebut bisa diunduh secara cuma-cuma (gratis), kecuali yang Pro. Di Google Earth tersedia fasilitas pengaris yang bisa membantu kita mengetahui jarak dan arah satu titik dengan titik lainnya. Ketika jarak antara satu titik dan titik lainnya diketahui, maka sangat dimungkinkan perhitungan luas areal bisa dilakukan.
Langkah-langkah menghitung luas areal dengan bantuan Google Earth adalah sebagai berkut :
1.      Buka software Google Earth yang telah terinstal di komputer kalian
2.      Plot atau tandai areal yang ingin diukur luasannya, dan kemudian tarik garis yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya sehingga membentuk poligon tertutup.
3.      Klik pengaris dan ukur jarak antara satu titik dengan titik lainnya. Catat jarak dan arahnya. Arah diperlukan untuk menggambarkan kembali poligon tertutup diatas kertas milimeter block.
4.      Gambarkan kembali hasil pengukuran diatas kertas milimeter block dengan skala yang representatif.
5.      Gunakan busur derajat untuk menentukan posisi titik-titik poligon diatas kertas milimeter block
6.      Hitung luas areal dengan metode-metode yang biasa digunakan dalam mengukur luas kenampakan areal, seperti grid bujur sangkar, metode strip, metode koordinat atau metode lainnya.
Contoh :
Hasil ploting suatu kenampakan areal dalam Google Earth beserta data pengkuran ditampilkan di bawah ini. Hitunglah luas areal tersebut.


Titik
Jarak
Arah
Dari
Ke
(meter)
(0)
P1
P2
153,6
48
P2
P3
265
152
P3
P4
68,9
218
P4
P1
215,5
307
Penyelesaian :
Kenampakan areal tersebut akan dihitung menggunakan metode koordinat. Oleh karena itu berdasarkan gambar dan data pengukuran, dibuatlah sketsnya dengan skala 1 : 1000. Setelah itu dibuat sumbu x dan y dan ditentukan koordinatnya untuk kemudian dihitung luas arealnya.

Hasil perhitungan ditampilkan dalam tabel berikut ini :
Dari hasil perhitungan, luasan areal tersebut ± 3,80 hektar. Itu merupkan perhitungan secara kasar, dalam artian mendekatilah.
Kira-kira demikian cara menghitung luas areal dengan bantuan Google Earth. Semoga apa yang telah dibahas dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. (*)


Minggu, 01 Maret 2015

Cara Menyajikan Data Dalam Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi

Beberapa waktu telah dibahas mengenai Uji Keselarasan Chi-Kuadrat, kalau dlihat secara seksama ada prosedur perhitungan yang mirip dengan metode atau langkah-langkah pembuatan tabel distribusi frekuensi untuk data kelompok, yang sebelumnya mungkin telah kita kenal dalam Mata Kuliah Statistika. Misalnya, ketika menghitung Kelas Distribusi itu menggunakan aturan Sturgess, dimana Banyak kelas = 1 + 3,3 log n.
Nah, kali ini akan dibahas mengenai cara menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk data kelompok.
Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut :
1.      Urutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar
2.      Hitung rentang, yaitu data tertinggi dikurangi data terendah dengan rumus
R = data tertinggi – data terendah
3.      Hitung banyak kelas dengan aturan Sturgess, yaitu :
Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log n , dimana n adalah banyak data
Banyak kelas biasanya paling sedikit 5 kelas dan paling banyak 15 kelas. Tapi itu semua tergantung kebutuhan.
4.      Hitung panjang kelas interval dengan rumus :
c = rentang / banyak kelas
5.      Tentukan ujung bawah kelas interval pertama. Biasanya diambil dari data terkecil atau data yang lebih kecil dari data terkecil, tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang didapat.
6.      Selanjutnya kelas interval pertama dihitung dengan cara menjumlahkan ujung bawah kelas dengan c tadi dikurangi 1, dst.
7.      Kemudian hitung nilai frekuensi absolut dan nilai frekuensi relatif (%). Nilai frekuensi absolut tinggal melihat banyak data yang masuk atau tercover dalam setiap baris kelas interval. Sedangkan untuk frekuensi relatif dinyatakan dalam persen (%) yang disingkat f(%), rumusannya sebagai berikut :
f(%) baris pertama = f absolut baris pertama / n x 100%
untuk nilai f(%) baris-baris berikutya juga demikian.
Contoh Soal !
Data hujan 20 tahun pengamatan ditampilkan dalam tabel I dibawah ini. Buatlah tabel distribusi frekuensinya !
No
Curah Hujan (Xi)
(mm)
1
45
2
55
3
64
4
76
5
48
6
68
7
43
8
57
9
86
10
57
11
67
12
78
13
87
14
86
15
49
16
57
17
68
18
83
19
78
20
85

Penyelesaian :
1.      Urutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar
No
Curah Hujan (Xi)
(mm)
1
43
2
45
3
48
4
49
5
55
6
57
7
57
8
57
9
64
10
67
11
68
12
68
13
76
14
78
15
78
16
83
17
85
18
86
19
86
20
87

2.      Hitung rentang yaitu data tertinggi dikurangi data terendah dengan rumus :
R = data tertinggi – data terendah
    = 87 – 43 = 44

3.      Hitung banyak kelas dengan aturan Sturgess, yaitu :
Banyak kelas  = 1,3 log n
                       = 1,3 log 20
                       = 5,29 dibulatkan jadi 5

4.      Hitung panjang kelas interval dengan rumus : 
p = rentang / banyak kelas
p = 44 / 5
   = 8,8 bulatkan jadi 9

5.      Tentukan ujung bawah kelas interval pertama. Biasanya diambil dari data terkecil, dimana data terkecilnya = 43.
6.      Selanjutnya kelas interval pertama dst, dhitung dengan cara menjumlahkan ujung bawah kelas dengan p tadi dikurangi 1. Demikian seterusnya.
43 + 9 – 1 = 51
52 + 9 – 1 = 60
61+ 9 – 1 = 69
70 + 9 – 1 = 78
79 + 9 – 1 = 87
Dari hasil perhitungan tersebut didapat kelas interval sebagai berikut :
43 – 51
52 – 60
61 – 69
70 – 78
79 – 87
7.      Hitung frekuensi absolut dan relatif
*) Untuk frekuensi absolut
Untuk frekuensi absolut tinggal dilihat banyak data yang masuk atau tercover dalam setiap baris rentang kelas.
            *) Untuk frekuensi relatif :
f (%) baris pertama = f absolut baris pertama / n x 100%
f (%) baris pertama = 4 / 20 x 100% = 20 % (untuk baris berikutnya juga demikian)
Hasil perhitungan frekuensi relatif dan absolut ditampilkan dalam tabel berikut ini :
No
Curah Hujan (Xi)
Frekuensi Absolut
Frekuensi Relatif (%)
1
43 – 51
4
20
2
52 – 60
4
20
3
61 – 69
4
20
4
70 – 78
3
15
5
79 – 87
5
25
20
100%


Jadi, kira-kira demikian pembahasan mengenai cara menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan semoga apa yang telah dibahas dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. (*)